Besok Senin
  • Home
  • Properti
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Wisata
  • Tekno
  • Ragam
Reading: Ini Kisaran Biaya Makan Sehari di Bali untuk Backpacker
Share
Font ResizerAa
Besok SeninBesok Senin
  • Home
  • Properti
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Wisata
  • Tekno
  • Ragam
Search
  • Home
  • Properti
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Wisata
  • Tekno
  • Ragam
Copyright © besoksenin.co. All Rights Reserved.
Besok Senin > Wisata > Ini Kisaran Biaya Makan Sehari di Bali untuk Backpacker
Wisata

Ini Kisaran Biaya Makan Sehari di Bali untuk Backpacker

Besok Senin By Besok Senin Last updated: 10 Min Read
Biaya Makan Sehari di Bali untuk Backpacker
SHARE

Berikut kisaran biaya makan sehari di Bali untuk Backpacker, simak disini. Bali selalu menjadi destinasi favorit bagi backpacker, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Selain keindahan alam dan kekayaan budaya, salah satu pertimbangan utama saat merencanakan perjalanan adalah biaya hidup harian, terutama urusan makan. Biaya makan sehari di Bali untuk backpacker sering dianggap mahal karena citra Bali sebagai destinasi wisata internasional. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Contents
Biaya Hidup Backpacker di BaliWarung Lokal sebagai Penyelamat Anggaran MakanNasi Jinggo dan Nasi Campur: Ikon Makanan Murah BaliKaki Lima dan Street Food Malam HariPasar Tradisional sebagai Alternatif Sarapan MurahArea Wisata vs Area Lokal: Perbedaan Harga yang SignifikanPeran Minuman dalam Anggaran Makan HarianMemasak Sendiri di Hostel atau Guest HouseEstimasi Pola Makan Backpacker dalam SehariKesalahan Umum yang Membuat Biaya Makan MembengkakTips Mengatur Anggaran Makan Selama di BaliMakan Hemat, Liburan Tetap Nikmat

Dengan perencanaan yang tepat, backpacker tetap bisa menikmati kuliner Bali tanpa harus menguras dompet. Mulai dari warung lokal, kaki lima, hingga pasar tradisional, semuanya menawarkan pilihan makanan lezat dengan harga ramah kantong.

Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang biaya makan sehari di Bali untuk backpacker, disusun dengan struktur berbeda dan sudut pandang praktis agar mudah diterapkan saat perjalanan. Pembahasan tidak hanya berfokus pada angka, tetapi juga strategi mengatur pengeluaran makan, rekomendasi jenis makanan, serta kebiasaan lokal yang bisa dimanfaatkan untuk berhemat.

Biaya Hidup Backpacker di Bali

Biaya Makan Sehari di Bali untuk Backpacker

Sebelum membahas lebih jauh soal biaya makan sehari di Bali untuk backpacker, penting memahami gambaran umum biaya hidup di Pulau Dewata. Bali memang memiliki dua sisi yang kontras. Di satu sisi, terdapat kafe dan restoran mewah dengan harga setara kota besar dunia. Di sisi lain, ada kehidupan lokal dengan biaya yang relatif terjangkau.

Backpacker biasanya memilih tinggal di hostel, homestay, atau guest house dengan harga ekonomis. Pola makan pun cenderung menyesuaikan, yaitu mencari makanan lokal yang murah, mengenyangkan, dan mudah ditemukan. Dengan pola ini, biaya makan sehari di Bali untuk backpacker bisa ditekan secara signifikan.

READ  Cara Mendapatkan Akses Lounge Bandara Secara Gratis atau Murah untuk Traveler

Kunci utama adalah mengetahui lokasi dan jenis tempat makan yang tepat, serta menghindari area yang terlalu wisata-sentris jika ingin berhemat.

Warung Lokal sebagai Penyelamat Anggaran Makan

Warung lokal merupakan pilihan utama bagi backpacker yang ingin menekan biaya makan. Hampir di setiap sudut Bali, terutama di area permukiman, terdapat warung sederhana yang menyajikan makanan rumahan khas Bali maupun menu nusantara.

Menu yang umum ditemukan antara lain nasi campur, nasi jinggo, nasi goreng, mie goreng, dan lauk sederhana seperti ayam goreng, tempe, tahu, atau telur. Harga makanan di warung lokal relatif terjangkau, sehingga sangat berpengaruh dalam menekan biaya makan sehari di Bali untuk backpacker.

Selain murah, warung lokal juga memberikan pengalaman kuliner autentik yang sulit didapatkan di restoran besar. Backpacker bisa merasakan cita rasa asli Bali sekaligus berinteraksi dengan warga setempat.

Nasi Jinggo dan Nasi Campur: Ikon Makanan Murah Bali

Salah satu ikon kuliner murah di Bali adalah nasi jinggo. Porsi kecil nasi dengan lauk sederhana ini biasanya dibungkus daun pisang dan dijual di pagi hingga malam hari. Bagi backpacker, nasi jinggo sangat membantu menekan biaya makan sehari di Bali untuk backpacker.

Nasi campur Bali juga menjadi favorit karena harganya relatif terjangkau dan porsinya cukup mengenyangkan. Dalam satu porsi, biasanya terdapat nasi, ayam suwir, sayur, sambal, dan tambahan lauk lainnya.

Kedua jenis makanan ini mudah ditemukan, terutama di Denpasar, Gianyar, dan daerah non-turis lainnya. Dengan memilih menu ini, backpacker bisa mengalokasikan anggaran makan secara lebih efisien.

Kaki Lima dan Street Food Malam Hari

Wisata kuliner malam menjadi daya tarik tersendiri di Bali. Bagi backpacker, kaki lima dan street food adalah solusi tepat untuk makan malam dengan biaya minim.

Beragam pilihan tersedia, mulai dari sate ayam, bakso, mie ayam, martabak, hingga seafood sederhana. Harga makanan kaki lima umumnya lebih murah dibandingkan restoran, sehingga sangat mendukung penghematan biaya makan sehari di Bali untuk backpacker.

Selain murah, suasana makan di kaki lima juga memberikan pengalaman sosial yang menarik. Backpacker bisa menikmati makanan sambil mengamati kehidupan malam masyarakat Bali.

Pasar Tradisional sebagai Alternatif Sarapan Murah

Pasar tradisional di Bali bukan hanya tempat belanja bahan makanan, tetapi juga surga kuliner murah. Banyak pedagang menjual jajanan pasar, nasi bungkus, dan lauk siap santap dengan harga terjangkau.

READ  Cara Menghemat Baterai HP Saat Sedang Traveling Seharian Penuh

Bagi backpacker, sarapan di pasar tradisional bisa menjadi strategi cerdas untuk menekan biaya makan sehari di Bali untuk backpacker. Selain murah, variasi makanan yang tersedia cukup beragam.

Pasar tradisional juga biasanya buka sejak pagi hari, sehingga cocok untuk backpacker yang ingin memulai aktivitas lebih awal tanpa harus mencari restoran.

Area Wisata vs Area Lokal: Perbedaan Harga yang Signifikan

Biaya Makan Sehari di Bali untuk Backpacker

Lokasi sangat memengaruhi biaya makan. Di area wisata populer seperti Kuta, Seminyak, atau Canggu, harga makanan cenderung lebih mahal karena menyasar wisatawan.

Sebaliknya, di area yang lebih lokal seperti Denpasar atau pinggiran Ubud, harga makanan jauh lebih terjangkau. Backpacker yang memahami perbedaan ini bisa mengatur rute perjalanan agar tidak selalu makan di kawasan wisata.

Dengan sedikit usaha berjalan kaki atau menggunakan transportasi lokal, biaya makan sehari di Bali untuk backpacker dapat ditekan tanpa harus mengorbankan kualitas makanan.

Peran Minuman dalam Anggaran Makan Harian

Selain makanan, minuman juga berkontribusi pada total pengeluaran harian. Membeli minuman di kafe atau restoran bisa menambah biaya secara signifikan.

Backpacker disarankan membeli air mineral di minimarket atau warung lokal. Beberapa penginapan bahkan menyediakan air minum gratis. Strategi ini sederhana, tetapi efektif dalam mengurangi biaya makan sehari di Bali untuk backpacker.

Minuman tradisional seperti es teh atau es jeruk di warung lokal juga relatif murah dan bisa menjadi pilihan dibandingkan minuman kemasan mahal.

Memasak Sendiri di Hostel atau Guest House

Banyak hostel dan guest house di Bali menyediakan dapur bersama. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan backpacker untuk memasak sendiri, terutama untuk sarapan atau makan malam sederhana.

Dengan membeli bahan makanan di pasar atau minimarket, biaya makan sehari di Bali untuk backpacker bisa ditekan lebih jauh. Selain hemat, memasak sendiri juga memberi fleksibilitas dalam memilih menu sesuai selera.

Opsi ini sangat cocok bagi backpacker yang tinggal lebih lama dan ingin mengatur anggaran secara ketat.

Estimasi Pola Makan Backpacker dalam Sehari

Pola makan backpacker umumnya sederhana, terdiri dari sarapan ringan, makan siang mengenyangkan, dan makan malam praktis. Dengan pola ini, pengeluaran makan dapat dikontrol dengan baik.

READ  Panduan Lengkap Wisata ke Raja Ampat dengan Budget Terbatas

Misalnya, sarapan di pasar tradisional atau warung lokal, makan siang nasi campur, dan makan malam street food. Pola seperti ini sudah cukup memenuhi kebutuhan energi untuk beraktivitas seharian.

Dengan pendekatan tersebut, biaya makan sehari di Bali untuk backpacker bisa tetap stabil dan tidak membebani anggaran perjalanan.

Kesalahan Umum yang Membuat Biaya Makan Membengkak

Biaya Makan Sehari di Bali untuk Backpacker

Salah satu kesalahan umum backpacker adalah terlalu sering makan di kafe populer atau restoran Instagramable. Tempat-tempat ini memang menarik, tetapi harganya sering kali tidak sebanding dengan anggaran backpacker.

Kesalahan lainnya adalah membeli minuman mahal secara impulsif atau tidak memanfaatkan fasilitas dapur di penginapan. Hal-hal kecil ini jika dilakukan berulang bisa membuat biaya makan sehari di Bali untuk backpacker meningkat tanpa disadari.

Dengan kesadaran dan perencanaan, kesalahan ini bisa dihindari.

Tips Mengatur Anggaran Makan Selama di Bali

Mengatur anggaran makan membutuhkan disiplin dan sedikit riset. Backpacker disarankan mencari informasi warung lokal sebelum berangkat atau bertanya kepada penduduk setempat.

Mencatat pengeluaran harian juga membantu memantau biaya makan sehari di Bali untuk backpacker. Dengan cara ini, backpacker bisa menyesuaikan pilihan makan jika anggaran mulai membengkak.

Fleksibilitas dan keterbukaan mencoba makanan lokal menjadi kunci utama agar perjalanan tetap menyenangkan dan hemat.

Makan Hemat, Liburan Tetap Nikmat

Biaya makan sehari di Bali untuk backpacker sebenarnya sangat fleksibel dan bisa disesuaikan dengan gaya perjalanan masing-masing. Bali bukan hanya tentang restoran mahal dan kafe modern, tetapi juga tentang warung sederhana dan kuliner lokal yang kaya rasa.

Dengan memanfaatkan warung lokal, pasar tradisional, street food, serta fasilitas dapur di penginapan, backpacker dapat menikmati makanan lezat tanpa harus mengorbankan anggaran. Kuncinya adalah cermat memilih tempat makan dan memahami pola hidup lokal.

Pada akhirnya, perjalanan hemat bukan berarti mengurangi kesenangan. Justru dengan pendekatan sederhana, pengalaman menjelajahi Bali bisa terasa lebih autentik dan berkesan.

Besok Senin menghadirkan konten wisata, Lifestyle, dan tekno untuk menemani perjalanan hidup Anda. Temukan inspirasi liburan, gaya hidup, hingga info tekno setiap hari.

TAGGED:bali backpackerbiaya hidup di balikuliner balitips travelingwisata hemat
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Artikel sebelumnya Cara Menghilangkan Jamur di Dinding Kamar Mandi Cara Menghilangkan Jamur di Dinding Kamar Mandi dengan Cepat dan Aman
Artikel selanjutnya Alat Survival Wajib yang Harus Dibawa Saat Mendaki Gunung Alat Survival Wajib yang Harus Dibawa Saat Mendaki Gunung Pemula agar Tetap Aman

You Might Also Like

Cara Naik Bandros Terbaru
Wisata

Cara Naik Bandros Terbaru untuk Menikmati Wisata Kota Bandung Tanpa Ribet

8 Min Read
Solo Traveling
Wisata

Solo Traveling Tanpa Cemas: Rekomendasi Kota Aman di Indonesia

8 Min Read
Catcalling
Wisata

Panduan Traveling Solo agar Terhindar dari Catcalling dan Gangguan

8 Min Read
Cara Mencari Teman Perjalanan Lewat Aplikasi
Wisata

Panduan Lengkap Cara Mencari Teman Perjalanan Lewat Aplikasi Aman

5 Min Read
Besok Senin

Besok Senin menghadirkan konten wisata, lifestyle, dan tekno untuk menemani perjalanan hidup Anda. Temukan inspirasi liburan, gaya hidup, hingga info tekno setiap hari.

Informasi Lainnya

  • Kebijakan Kami
  • Kontak Kami
  • Sitemap
  • Tentang Kami

Quick Link

  • Home
  • Properti
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Wisata
  • Tekno
  • Ragam
Copyright © besoksenin.co. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?