Besok Senin
  • Home
  • Properti
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Wisata
  • Tekno
  • Ragam
Reading: Cara Masyarakat Suku Sasak Mempertahankan Tradisi Kawin Lari di Tengah Perubahan Zaman
Share
Font ResizerAa
Besok SeninBesok Senin
  • Home
  • Properti
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Wisata
  • Tekno
  • Ragam
Search
  • Home
  • Properti
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Wisata
  • Tekno
  • Ragam
Copyright © besoksenin.co. All Rights Reserved.
Besok Senin > Budaya > Cara Masyarakat Suku Sasak Mempertahankan Tradisi Kawin Lari di Tengah Perubahan Zaman
Budaya

Cara Masyarakat Suku Sasak Mempertahankan Tradisi Kawin Lari di Tengah Perubahan Zaman

Besok Senin By Besok Senin Last updated: 7 Min Read
Cara Masyarakat Suku Sasak Mempertahankan Tradisi Kawin Lari
SHARE

Bagaimana cara masyarakat Suku Sasak mempertahankan Tradisi Kawin Lari, simak disini. Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan budaya yang sangat beragam. Salah satu tradisi adat yang hingga kini masih dipertahankan adalah tradisi Kawin Lari atau yang dikenal dengan istilah Merariq dalam budaya Lombok. Cara masyarakat suku Sasak mempertahankan tradisi Kawin Lari menjadi contoh nyata bagaimana adat istiadat dapat tetap hidup meski dihadapkan pada perubahan sosial dan modernisasi.

Contents
Mengenal Tradisi Kawin Lari dalam Budaya Suku SasakLatar Belakang Sejarah Tradisi Kawin LariAsal Usul Tradisi MerariqPengaruh Struktur Sosial Masyarakat SasakTahapan Tradisi Kawin Lari yang Masih DilestarikanProses MerariqSejati SelabarProses Aji KramaAkad Nikah dan Sorong SerahPeran Keluarga dalam Menjaga Tradisi Kawin LariPeran Tokoh Adat dan Tokoh AgamaMenjaga Nilai AdatSinkronisasi dengan Nilai KeagamaanTantangan Modernisasi terhadap Tradisi Kawin LariAdaptasi Tradisi Kawin Lari di Era ModernDialog Terbuka Antar KeluargaPeran Pendidikan BudayaMakna Sosial Tradisi Kawin Lari bagi Masyarakat SasakPersepsi Masyarakat Luar terhadap Tradisi Kawin LariUpaya Pelestarian Tradisi Kawin Lari ke DepanMasyarakat Suku Sasak Mempertahankan Tradisi Kawin Lari

Tradisi ini tidak sekadar prosesi pernikahan, melainkan sarat nilai, simbol, dan filosofi kehidupan masyarakat Sasak. Dalam praktiknya, suku Sasak mempertahankan tradisi Kawin Lari bukan sebagai bentuk pelanggaran norma, melainkan sebagai mekanisme adat yang menjunjung tinggi kehormatan keluarga, kesepakatan sosial, dan nilai tanggung jawab.

Mengenal Tradisi Kawin Lari dalam Budaya Suku Sasak

Cara Masyarakat Suku Sasak Mempertahankan Tradisi Kawin Lari

Tradisi Kawin Lari dalam masyarakat Sasak memiliki makna yang jauh lebih dalam dibandingkan makna harfiahnya. Kawin Lari bukan berarti membawa lari seorang perempuan tanpa persetujuan, melainkan sebuah proses adat yang telah disepakati oleh kedua belah pihak calon mempelai.

Dalam konteks adat Sasak, Merariq dianggap sebagai simbol keberanian laki-laki untuk bertanggung jawab dan kesiapan perempuan untuk membangun rumah tangga. Oleh karena itu, suku Sasak mempertahankan tradisi Kawin Lari sebagai bagian dari identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

READ  Mengenal Seni Lukis Kamasan dari Bali dan Ciri Khas Ceritanya

Latar Belakang Sejarah Tradisi Kawin Lari

Cara Masyarakat Suku Sasak Mempertahankan Tradisi Kawin Lari

Asal Usul Tradisi Merariq

Secara historis, tradisi Kawin Lari muncul sebagai bentuk penolakan terhadap praktik perjodohan paksa yang pernah terjadi di masa lalu. Dengan Merariq, pasangan memiliki ruang untuk menentukan pilihan hidupnya sendiri tanpa sepenuhnya menentang norma adat.

Pengaruh Struktur Sosial Masyarakat Sasak

Struktur sosial masyarakat Sasak yang menjunjung tinggi kehormatan keluarga turut membentuk tradisi ini. Ketika seorang perempuan “dibawa” oleh calon suaminya, keluarga pihak perempuan tetap dihormati melalui serangkaian proses adat lanjutan.

Tahapan Tradisi Kawin Lari yang Masih Dilestarikan

Cara masyarakat suku Sasak mempertahankan tradisi Kawin Lari dapat dilihat dari konsistensi pelaksanaan tahap-tahap adatnya. Setiap tahapan memiliki fungsi sosial dan simbolis yang penting.

Proses Merariq

Merariq merupakan tahap awal ketika calon pengantin laki-laki membawa calon pengantin perempuan ke tempat yang telah disepakati, biasanya rumah kerabat laki-laki. Proses ini dilakukan secara tertutup dan penuh kehati-hatian.

Sejati Selabar

Setelah Merariq, keluarga laki-laki akan mengirim utusan untuk memberitahukan keluarga perempuan. Tahap ini menandakan bahwa proses Kawin Lari dilakukan secara adat dan bukan tindakan sembarangan.

Proses Aji Krama

Aji Krama merupakan bentuk tanggung jawab adat dari pihak laki-laki kepada keluarga perempuan. Nilai yang diberikan bukan sekadar materi, tetapi simbol penghormatan dan kesungguhan membangun rumah tangga.

Akad Nikah dan Sorong Serah

Tahapan ini menggabungkan unsur agama dan adat. Prosesi Sorong Serah menjadi momen penting karena menegaskan bahwa hubungan kedua keluarga telah terikat secara sah dan terhormat.

Peran Keluarga dalam Menjaga Tradisi Kawin Lari

Keluarga memegang peranan utama dalam cara masyarakat suku Sasak mempertahankan tradisi Kawin Lari. Orang tua dan tokoh adat berfungsi sebagai penjaga nilai dan penafsir adat agar tradisi tetap relevan dengan zaman.

READ  Makna Ritual Tiwah Suku Dayak dalam Pengantaran Arwah ke Langit ke-7

Meskipun generasi muda memiliki kebebasan memilih pasangan, keputusan untuk menjalani Merariq biasanya tetap melalui diskusi internal keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi Kawin Lari bukan sekadar romantisme, tetapi keputusan sosial yang matang.

Peran Tokoh Adat dan Tokoh Agama

Menjaga Nilai Adat

Tokoh adat berperan memastikan setiap tahapan tradisi dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Mereka menjadi penengah apabila terjadi perbedaan pandangan antar keluarga.

Sinkronisasi dengan Nilai Keagamaan

Tokoh agama memastikan bahwa praktik Kawin Lari tidak bertentangan dengan ajaran agama. Inilah salah satu alasan mengapa suku Sasak mempertahankan tradisi Kawin Lari tanpa mengabaikan aspek keimanan.

Tantangan Modernisasi terhadap Tradisi Kawin Lari

Perubahan gaya hidup, pendidikan, dan teknologi menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan tradisi Kawin Lari. Sebagian generasi muda mulai mempertanyakan relevansi tradisi ini di era modern.

Namun, cara masyarakat suku Sasak mempertahankan tradisi Kawin Lari adalah dengan melakukan penyesuaian tanpa menghilangkan nilai inti. Misalnya, proses komunikasi antar keluarga kini lebih terbuka dibandingkan masa lalu.

Adaptasi Tradisi Kawin Lari di Era Modern

Dialog Terbuka Antar Keluarga

Saat ini, banyak pasangan Sasak yang tetap menjalankan Merariq namun dengan kesepakatan terbuka antara kedua keluarga. Hal ini meminimalkan konflik dan kesalahpahaman.

Peran Pendidikan Budaya

Pendidikan budaya di lingkungan keluarga dan sekolah menjadi salah satu cara efektif untuk mengenalkan makna Kawin Lari kepada generasi muda, bukan sekadar ritual tanpa arti.

Makna Sosial Tradisi Kawin Lari bagi Masyarakat Sasak

Tradisi Kawin Lari mengandung nilai solidaritas sosial yang kuat. Seluruh komunitas terlibat dalam proses adat, mulai dari keluarga, tetangga, hingga tokoh masyarakat.

Suku Sasak mempertahankan tradisi Kawin Lari karena dianggap mampu mempererat hubungan sosial dan memperkuat identitas komunitas di tengah keberagaman budaya Indonesia.

READ  Rekomendasi Museum Jakarta Yang Punya Spot Estetik Dan Instagramable

Persepsi Masyarakat Luar terhadap Tradisi Kawin Lari

Di mata masyarakat luar, tradisi Kawin Lari kerap disalahpahami sebagai tindakan melanggar hukum atau norma sosial. Padahal, dalam konteks budaya Sasak, tradisi ini memiliki aturan yang jelas dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Oleh karena itu, upaya edukasi budaya menjadi penting agar masyarakat luas memahami bahwa Kawin Lari merupakan bagian dari kearifan lokal yang patut dihargai.

Upaya Pelestarian Tradisi Kawin Lari ke Depan

Pelestarian tradisi Kawin Lari tidak hanya bergantung pada masyarakat adat, tetapi juga dukungan dari pemerintah daerah dan institusi budaya. Festival budaya, dokumentasi adat, serta dialog lintas generasi menjadi langkah strategis.

Dengan pendekatan yang inklusif, cara masyarakat suku Sasak mempertahankan tradisi Kawin Lari dapat terus berlanjut tanpa bertentangan dengan nilai hukum dan sosial modern.

Masyarakat Suku Sasak Mempertahankan Tradisi Kawin Lari

Cara masyarakat suku Sasak mempertahankan tradisi Kawin Lari menunjukkan bahwa adat dan modernitas tidak selalu harus saling bertentangan. Dengan dialog, adaptasi, dan pemahaman nilai, tradisi Merariq tetap dapat hidup sebagai warisan budaya yang bermakna.

Tradisi ini bukan hanya tentang pernikahan, tetapi tentang identitas, tanggung jawab, dan kehormatan. Selama nilai-nilai tersebut dijaga, suku Sasak mempertahankan tradisi Kawin Lari sebagai bagian penting dari jati diri mereka di tengah arus perubahan zaman.

Besok Senin menghadirkan konten wisata, budaya, Lifestyle, properti dan tekno untuk menemani perjalanan hidup Anda. Temukan inspirasi liburan, gaya hidup, hingga info tekno setiap hari. Untuk Kebutuhan keuangan mendesak, solusi Gadai BPKB Motor menjadi pilihan mendapatkan pinjaman dengan jaminan BPKB kendaraan.

TAGGED:adat pernikahan indonesiabudaya lombokkearifan lokalsuku sasaktradisi kawin lari
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Artikel sebelumnya Tato Suku Mentawai Makna Tato Suku Mentawai sebagai Simbol Keseimbangan Alam

You Might Also Like

Tato Suku Mentawai
Budaya

Makna Tato Suku Mentawai sebagai Simbol Keseimbangan Alam

7 Min Read
Makna Ritual Tiwah Suku Dayak
Budaya

Makna Ritual Tiwah Suku Dayak dalam Pengantaran Arwah ke Langit ke-7

7 Min Read
Upacara Adat Peusijuek di Aceh
Budaya

Mengenal Upacara Adat Peusijuek di Aceh dan Makna Perdamaian di Dalamnya

7 Min Read
Tradisi Bakari Batu di Papua
Budaya

Tradisi Bakari Batu di Papua: Warisan Budaya yang Menyatukan Kehidupan Sosial

8 Min Read
Besok Senin

Besok Senin menghadirkan konten wisata, lifestyle, dan tekno untuk menemani perjalanan hidup Anda. Temukan inspirasi liburan, gaya hidup, hingga info tekno setiap hari.

Informasi Lainnya

  • Kebijakan Kami
  • Kontak Kami
  • Sitemap
  • Tentang Kami

Quick Link

  • Home
  • Properti
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Wisata
  • Tekno
  • Ragam
Copyright © besoksenin.co. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?