Besok Senin
  • Home
  • Properti
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Wisata
  • Tekno
  • Ragam
Reading: Upacara Kasada di Gunung Bromo: Manifestasi Spiritual dan Akar Kepercayaan Suku Tengger
Share
Font ResizerAa
Besok SeninBesok Senin
  • Home
  • Properti
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Wisata
  • Tekno
  • Ragam
Search
  • Home
  • Properti
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Wisata
  • Tekno
  • Ragam
Copyright © besoksenin.co. All Rights Reserved.
Besok Senin > Budaya > Upacara Kasada di Gunung Bromo: Manifestasi Spiritual dan Akar Kepercayaan Suku Tengger
Budaya

Upacara Kasada di Gunung Bromo: Manifestasi Spiritual dan Akar Kepercayaan Suku Tengger

Besok Senin By Besok Senin Last updated: 5 Min Read
Upacara Kasada di Gunung Bromo
SHARE

Upacara Kasada di Gunung Bromo merupakan salah satu tradisi budaya dan keagamaan paling sakral di Indonesia. Ritual ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata budaya, tetapi juga mencerminkan nilai spiritual, kepercayaan leluhur, serta hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta menurut pandangan suku Tengger.

Contents
Sejarah dan Legenda di Balik Upacara KasadaKisah Roro Anteng dan Joko SegerSistem Kepercayaan Hindu Tengger: Fondasi Spiritual RitualKosmologi Gunung Bromo Sebagai Tempat SuciFilosofi Harmoni Manusia, Alam, dan TuhanProsesi Pelaksanaan: Waktu, Lokasi, dan Tahapan SakralPenentuan Waktu Berdasarkan Kalender Saka TenggerPura Luhur Poten dan Bibir Kawah Sebagai Titik FokusRangkaian Sesaji dan Fenomena Budaya UnikMacam-Macam Persembahan (Ongkek)Tradisi Menangkap Sesaji di Lereng KawahMakna Filosofis: Keikhlasan dalam PengorbananPelestarian Budaya Suku Tengger di Era ModernTantangan dan Peran Pariwisata BudayaUpacara Kasada di Gunung Bromo

Memahami Upacara Kasada di Gunung Bromo tidak bisa dilepaskan dari sejarah kepercayaan suku Tengger yang masih kuat mempertahankan adat istiadat Hindu Jawa kuno. Tradisi ini merupakan bentuk syukur, pengorbanan, dan pengharapan atas kesejahteraan hidup. Artikel ini akan mengulas secara mendalam latar belakang, makna filosofis, hingga relevansinya di era modern.

Sejarah dan Legenda di Balik Upacara Kasada

Upacara Kasada di Gunung Bromo

Ritual agung ini memiliki latar belakang sejarah yang kuat dan tertanam dalam ingatan kolektif masyarakat melalui cerita rakyat yang sakral.

Kisah Roro Anteng dan Joko Seger

Sejarah Upacara Kasada di Gunung Bromo berakar dari legenda Roro Anteng (putri Majapahit) dan Joko Seger (putra kasta Brahmana). Pasangan ini memohon keturunan kepada dewa dengan syarat anak ke-25 harus dikorbankan ke kawah Bromo. Pengorbanan tulus Raden Kusuma, putra bungsu mereka, menjadi cikal bakal perintah bagi masyarakat Tengger untuk memberikan persembahan hasil bumi setiap tahun sebagai tanda hormat dan syukur.

READ  Budaya Makan Lesehan di Jawa: Tradisi Sederhana Penuh Kebersamaan

Sistem Kepercayaan Hindu Tengger: Fondasi Spiritual Ritual

Upacara Kasada di Gunung Bromo

Upacara Kasada di Gunung Bromo bukan sekadar pesta rakyat, melainkan ibadah mendalam yang didasari oleh teologi Hindu Tengger yang unik.

Kosmologi Gunung Bromo Sebagai Tempat Suci

Suku Tengger menganut Hindu Tengger yang memadukan ajaran Siwa-Budha dengan kepercayaan animisme lokal. Dalam pandangan mereka, Gunung Bromo dianggap sebagai pusat kekuatan spiritual (pusat alam semesta) dan penghubung antara manusia dengan dunia dewata.

Filosofi Harmoni Manusia, Alam, dan Tuhan

Ritual ini mencerminkan filosofi hidup yang selaras. Persembahan yang dilarung ke kawah merupakan wujud pengakuan bahwa segala hasil bumi dan keselamatan yang diterima berasal dari kemurahan alam dan perlindungan Sang Pencipta.

Prosesi Pelaksanaan: Waktu, Lokasi, dan Tahapan Sakral

Pelaksanaan Upacara Kasada di Gunung Bromo mengikuti aturan yang ketat baik dari sisi penanggalan maupun tata cara ritual.

Penentuan Waktu Berdasarkan Kalender Saka Tengger

Ritual dilaksanakan setahun sekali pada bulan Kasada, tepatnya malam ke-14 menuju tanggal 15. Prosesi utama dimulai pada tengah malam di saat bulan purnama, menciptakan suasana magis dan khidmat di tengah dinginnya kaldera Bromo.

Pura Luhur Poten dan Bibir Kawah Sebagai Titik Fokus

Prosesi diawali dengan doa bersama di Pura Luhur Poten yang terletak di kaki gunung. Setelah itu, masyarakat berjalan kaki mendaki tangga terjal menuju bibir kawah untuk melarung persembahan mereka.

Rangkaian Sesaji dan Fenomena Budaya Unik

Apa yang dipersembahkan dalam Upacara Kasada di Gunung Bromo merupakan simbol dedikasi masyarakat terhadap tanah kelahiran mereka.

Macam-Macam Persembahan (Ongkek)

  • Hasil Pertanian: Sayur-mayur seperti kentang, kol, dan bawang merah.
  • Ternak: Ayam, kambing, hingga sapi.
  • Makanan Tradisional: Berbagai jenis kue dan hasil olahan dapur warga.
READ  Sejarah Grebeg Sudiro, Tradisi Imlek Simbol Kerukunan Etnis Jawa dan Tionghoa

Tradisi Menangkap Sesaji di Lereng Kawah

Terdapat fenomena unik di mana warga lokal berdiri di lereng dalam kawah untuk menangkap sesaji yang dilempar. Bagi masyarakat Tengger, tindakan ini tidak dianggap sebagai penodaan, melainkan bagian dari interaksi sosial di mana barang yang dikorbankan kembali memberikan manfaat bagi sesama.

Makna Filosofis: Keikhlasan dalam Pengorbanan

Nilai inti dari Upacara Kasada di Gunung Bromo adalah pengajaran tentang keikhlasan. Melepaskan sebagian hasil jerih payah (harta) ke dalam kawah melambangkan pelepasan keterikatan duniawi dan rasa syukur kolektif.

Pelestarian Budaya Suku Tengger di Era Modern

Di tengah modernisasi, Upacara Kasada di Gunung Bromo menghadapi dinamika baru antara kesucian ritual dan arus pariwisata.

Tantangan dan Peran Pariwisata Budaya

Kehadiran ribuan wisatawan menjadi pedang bermata dua. Meskipun meningkatkan ekonomi lokal, integritas ritual harus tetap dijaga. Pemerintah dan tokoh adat terus berupaya memastikan bahwa wisatawan tetap menghormati kesakralan acara dengan menjaga perilaku dan kebersihan di area suci.

Upacara Kasada di Gunung Bromo

Upacara Kasada di Gunung Bromo adalah bukti keteguhan suku Tengger dalam menjaga warisan leluhur. Dari legenda Roro Anteng hingga prosesi larung sesaji, setiap tahapannya mengajarkan nilai pengorbanan, rasa syukur, dan keseimbangan hidup dengan alam. Memahami ritual ini berarti menghargai salah satu identitas budaya Nusantara yang paling kuat dan penuh makna spiritual.

Besok Senin menghadirkan konten wisata, Lifestyle, dan tekno untuk menemani perjalanan hidup Anda. Temukan inspirasi liburan, gaya hidup, hingga info tekno setiap hari.

TAGGED:budaya jawagunung bromoSuku Tenggertradisi nusantaraUpacara Kasada
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Artikel sebelumnya Klaim Asuransi Perjalanan Jika Pesawat Delay atau Batal Terbang Cara Klaim Asuransi Perjalanan Jika Pesawat Delay atau Batal Terbang
Artikel selanjutnya Patung Sigale-gale Makna dan Fungsi Patung Sigale-gale dalam Tradisi Pemakaman Suku Batak

You Might Also Like

Cara Masyarakat Suku Sasak Mempertahankan Tradisi Kawin Lari
Budaya

Cara Masyarakat Suku Sasak Mempertahankan Tradisi Kawin Lari di Tengah Perubahan Zaman

7 Min Read
Tato Suku Mentawai
Budaya

Makna Tato Suku Mentawai sebagai Simbol Keseimbangan Alam

7 Min Read
Makna Ritual Tiwah Suku Dayak
Budaya

Makna Ritual Tiwah Suku Dayak dalam Pengantaran Arwah ke Langit ke-7

7 Min Read
Upacara Adat Peusijuek di Aceh
Budaya

Mengenal Upacara Adat Peusijuek di Aceh dan Makna Perdamaian di Dalamnya

7 Min Read
Besok Senin

Besok Senin menghadirkan konten wisata, lifestyle, dan tekno untuk menemani perjalanan hidup Anda. Temukan inspirasi liburan, gaya hidup, hingga info tekno setiap hari.

Informasi Lainnya

  • Kebijakan Kami
  • Kontak Kami
  • Sitemap
  • Tentang Kami

Quick Link

  • Home
  • Properti
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Wisata
  • Tekno
  • Ragam
Copyright © besoksenin.co. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?