Upacara Kasada di Gunung Bromo merupakan salah satu tradisi budaya dan keagamaan paling sakral di Indonesia. Ritual ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata budaya, tetapi juga mencerminkan nilai spiritual, kepercayaan leluhur, serta hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta menurut pandangan suku Tengger.
Memahami Upacara Kasada di Gunung Bromo tidak bisa dilepaskan dari sejarah kepercayaan suku Tengger yang masih kuat mempertahankan adat istiadat Hindu Jawa kuno. Tradisi ini merupakan bentuk syukur, pengorbanan, dan pengharapan atas kesejahteraan hidup. Artikel ini akan mengulas secara mendalam latar belakang, makna filosofis, hingga relevansinya di era modern.
Sejarah dan Legenda di Balik Upacara Kasada
Ritual agung ini memiliki latar belakang sejarah yang kuat dan tertanam dalam ingatan kolektif masyarakat melalui cerita rakyat yang sakral.
Kisah Roro Anteng dan Joko Seger
Sejarah Upacara Kasada di Gunung Bromo berakar dari legenda Roro Anteng (putri Majapahit) dan Joko Seger (putra kasta Brahmana). Pasangan ini memohon keturunan kepada dewa dengan syarat anak ke-25 harus dikorbankan ke kawah Bromo. Pengorbanan tulus Raden Kusuma, putra bungsu mereka, menjadi cikal bakal perintah bagi masyarakat Tengger untuk memberikan persembahan hasil bumi setiap tahun sebagai tanda hormat dan syukur.
Sistem Kepercayaan Hindu Tengger: Fondasi Spiritual Ritual
Upacara Kasada di Gunung Bromo bukan sekadar pesta rakyat, melainkan ibadah mendalam yang didasari oleh teologi Hindu Tengger yang unik.
Kosmologi Gunung Bromo Sebagai Tempat Suci
Suku Tengger menganut Hindu Tengger yang memadukan ajaran Siwa-Budha dengan kepercayaan animisme lokal. Dalam pandangan mereka, Gunung Bromo dianggap sebagai pusat kekuatan spiritual (pusat alam semesta) dan penghubung antara manusia dengan dunia dewata.
Filosofi Harmoni Manusia, Alam, dan Tuhan
Ritual ini mencerminkan filosofi hidup yang selaras. Persembahan yang dilarung ke kawah merupakan wujud pengakuan bahwa segala hasil bumi dan keselamatan yang diterima berasal dari kemurahan alam dan perlindungan Sang Pencipta.
Prosesi Pelaksanaan: Waktu, Lokasi, dan Tahapan Sakral
Pelaksanaan Upacara Kasada di Gunung Bromo mengikuti aturan yang ketat baik dari sisi penanggalan maupun tata cara ritual.
Penentuan Waktu Berdasarkan Kalender Saka Tengger
Ritual dilaksanakan setahun sekali pada bulan Kasada, tepatnya malam ke-14 menuju tanggal 15. Prosesi utama dimulai pada tengah malam di saat bulan purnama, menciptakan suasana magis dan khidmat di tengah dinginnya kaldera Bromo.
Pura Luhur Poten dan Bibir Kawah Sebagai Titik Fokus
Prosesi diawali dengan doa bersama di Pura Luhur Poten yang terletak di kaki gunung. Setelah itu, masyarakat berjalan kaki mendaki tangga terjal menuju bibir kawah untuk melarung persembahan mereka.
Rangkaian Sesaji dan Fenomena Budaya Unik
Apa yang dipersembahkan dalam Upacara Kasada di Gunung Bromo merupakan simbol dedikasi masyarakat terhadap tanah kelahiran mereka.
Macam-Macam Persembahan (Ongkek)
- Hasil Pertanian: Sayur-mayur seperti kentang, kol, dan bawang merah.
- Ternak: Ayam, kambing, hingga sapi.
- Makanan Tradisional: Berbagai jenis kue dan hasil olahan dapur warga.
Tradisi Menangkap Sesaji di Lereng Kawah
Terdapat fenomena unik di mana warga lokal berdiri di lereng dalam kawah untuk menangkap sesaji yang dilempar. Bagi masyarakat Tengger, tindakan ini tidak dianggap sebagai penodaan, melainkan bagian dari interaksi sosial di mana barang yang dikorbankan kembali memberikan manfaat bagi sesama.
Makna Filosofis: Keikhlasan dalam Pengorbanan
Nilai inti dari Upacara Kasada di Gunung Bromo adalah pengajaran tentang keikhlasan. Melepaskan sebagian hasil jerih payah (harta) ke dalam kawah melambangkan pelepasan keterikatan duniawi dan rasa syukur kolektif.
Pelestarian Budaya Suku Tengger di Era Modern
Di tengah modernisasi, Upacara Kasada di Gunung Bromo menghadapi dinamika baru antara kesucian ritual dan arus pariwisata.
Tantangan dan Peran Pariwisata Budaya
Kehadiran ribuan wisatawan menjadi pedang bermata dua. Meskipun meningkatkan ekonomi lokal, integritas ritual harus tetap dijaga. Pemerintah dan tokoh adat terus berupaya memastikan bahwa wisatawan tetap menghormati kesakralan acara dengan menjaga perilaku dan kebersihan di area suci.
Upacara Kasada di Gunung Bromo
Upacara Kasada di Gunung Bromo adalah bukti keteguhan suku Tengger dalam menjaga warisan leluhur. Dari legenda Roro Anteng hingga prosesi larung sesaji, setiap tahapannya mengajarkan nilai pengorbanan, rasa syukur, dan keseimbangan hidup dengan alam. Memahami ritual ini berarti menghargai salah satu identitas budaya Nusantara yang paling kuat dan penuh makna spiritual.
Besok Senin menghadirkan konten wisata, Lifestyle, dan tekno untuk menemani perjalanan hidup Anda. Temukan inspirasi liburan, gaya hidup, hingga info tekno setiap hari.

